Connect with us

Ulama Penjaga Nilai Luhur Kebangsaan

Aceh

Ulama Penjaga Nilai Luhur Kebangsaan

BANDA ACEH – Peran ulama dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa tak pernah luntur ditelan zaman. Sejak dahulu ulama menjadi motor penggerak pergerakan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kini ulama juga terus di garda depan menjaga nilai-nilai luhur kebangsaan.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez berharap, kegigihan dan heroisme ulama pada masa perjuangan kemerdekaan terus melekat dan menjadi spirit bagi ulama kontemporer dalam mengisi pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dari dulu ulama merupakan penggerak perubahan. Ambil contoh Tgk Chik Pante Kulu yang menulis hikayat Prang Sabi, Beliau mampu menggelorakan perlawanan kepada Belanda melalui di seluruh Aceh, sehingga Belanda menangkap setiap orang yang diketahui memiliki atau membaca hikayat itu. Kemudian Tgk Chik Di Tiro pahlawan nasional ulama besar Aceh yang semua keturunannya gugur dalam perang melawan Belanda,” jelas H Firmandez, Selasa, 14 November 2017.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, peran ulama dalam membangun negeri ini tak bisa dinafikan, dari sekian banyak pahlawan nasional perintis kemerdekaan Indonesia, sebagian besarnya merupakan ulama.

“Peran ulama dicatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa ini. Apa lagi di Aceh, hampir semua penggerak perjuangan merupakan ulama, mulai dari dari golongan pria seperti Tgk Chik Di Tiro, Tgk Chik Pante Kulu, Teuku Umar, Panglima Polem, Teungku Imum Luen Bata dan lainnya, hingga dari ulama perempuan seperti Tgk Fakinah, Cut Nyak Dhien, Cut Gambang, Cut Mutia, Pocut Di Biheue, hingga Pocut Baren. Mereka merupakan ulama dan pemimpin rakyat di daerahnya,” lanjut H Firmadez.

Setelah kemerdekaan pun ulama tetap menjadi penggerak perubahan. Ada yang menjadi bagian dari pemerintah, ada juga yang tetap di tengah-tengah umat memberi pencerahan nilai-nilai kebangsaan.

“Sampai kapan pun ulama dan umara di republik ini tak bisa dipisahkan. Keduanya bagai dua sisi mata uang yang melekat. Kita berharap pemerintah dan ulama terus bisa bersinergi mengawal dan merawat kebinnekaan, demi masa depan Indonesia yang lebih cemerlang,” harap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

Karena itu, anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, dalam berbagai kesempatan selalu menyempatkan diri menemui ulama untuk membicarakan berbagai hal. Terutama saat dipercayakan di Komisi VIII yang membidangi urusan agama dan sosial, sebelum pindah ke Komisi V yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top