Connect with us

Tingkatkan Produksi Biodesel Pemerintah Perlu Upgrade PKS

Ekonomi

Tingkatkan Produksi Biodesel Pemerintah Perlu Upgrade PKS

JAKARTA – Jumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia terbilang banyak, malah di beberapa daerah ada yang mulai terbengkalai. Pemerintah perlu melakukan upgrade fasilitas untuk mendukung pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel untuk meningkatkan penggunaan energy baru dan terbarukan (renewable energy).

Hal itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, H Firmandez, Jumat, 16 Agustus 2019. Komisi VII merupakan komisi yang membidangi urusan energy, riset dan penelitian serta lingkuhan hidup.

Menurut H Firmandez, untuk meningkatkan penggunaan renewable energy berbahan baku CPO tersebut perlu ada standarisasi yang terperinci, sehingga kualitas yang dihasilkan setiap PKS bisa terjamin. Selain itu pemerintah juga perlu memberdayakan kebun plasma.

“Selain pabriknya yang ditingkatkan kapasitansya hingga bisa menghasilkan biodiesel, juga harus ada standarisasi kualitas, sejalan dengan itu petani plasma juga bisa diberdayakan,” jelas politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini menambahkan, konsumsi biodiesel di pasar domestik sejak September 2018 hingga kuatal pertaman 2019 baru sebesar 1.500 juta kilo liter, atau hanya 24,19 persen dari targer yang direncanakan. Sementara ekspor biodiesel pada kualtar pertama 2019 baru 173 ribu kilo liter.

“Jadi, produksinya harus digenjot agar target pemerintah dalam pengguaan renewable energy bisa dipenuhi. Sudah saatnya kita beralih dari energy fosil ke energy terbarukan, energy hijau yang ramah lingkungan,” lanjut H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, pengembangan biodiesel selain bisa menghemat devisa negara, dan pemenuhan kebutuhan energi, juga mendorong energi ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani sawit.

“Indonesia merupakan produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi mencapai sekitar 41,6 juta ton per tahun. Potensi ini harus digunakan untuk meningkatkan produksi energy biodiesel, sehigga nantinya energi biodiesel berbahan CPO ini bisa diproduksi masal dan dikomersilkan,” harap H Firmandez.

Untuk skema pengembangan renewable energy berbahan CPO tersebut, pemerintah bisa mencontoh apa yan telah dilakukan di Italia, dimana Pemerinta Italia memberikan beberapa skema insentif yang variatif dan sangat ekonomus untuk produsen. Selain itu produsen juga diprioritaskan untuk menjual produknya ke jaringan listrik negara.

“Jadi negara membeli biodiesel yang dihasilkan, tentunya dengan kualitas yang terkontrol. Bukan hanya CPO saja ada alternatif-alternatif lain misalnya seperti energi alternatif geothermal, tenaga surya, dan lain-lain sebagainya, ini harus terus dikembangkan untuk mewujudkan ketahanan energy nasional,” pungkas H Firmandez.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Ekonomi

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top