Connect with us

Pengusaha Daerah Harus Berperan di KEK Arun

Ekonomi

Pengusaha Daerah Harus Berperan di KEK Arun

LHOKSEUMAWE – Para pengusaha di daerah diminta untuk mengambil peran dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Hal itu mencuat saat acara Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Lhokseumawe, Senin sore, 8 Oktober 2018.

Dalam acara yang dihadiri para anggota KADIN dan Forkopimda serta sejumlah pejabat Kota Lhokseumawe tersebut, Mirza Ikhwani terpilih sebagai Ketua KADIN Kota Lhokseumawe defenitif menggantikan Husaini Setiawan yang berhalangan tetap, sehingga tidak lagi bisa memimpin organisasi himpunan pengusaha tersebut.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, Asosiasi dan Pembinaan Daerah KADIN Aceh, T Sulaiman Badai pada kesempatan tersebut menjelaskan, pihaknya dari KADIN Aceh datang untuk memastikan bahwa pemilihan tersebut berlangsung sesuai AD/ART dan segala prosedur lainnya.

“Kami datang untuk memastikan itu. Secara aturan, karena Husaini Setiawan belum setengah periode memimpin KADIN Lhokseumawe kemudian ia berhalangan tetap karena sesuatu hal, maka penggantinya bisa dipilih melalui mekanisme PAW. Tapi seandainya yang bersangkutan telah memimpin KADIN setengah periode lebih satu, maka pergantinya harus dipilihan melalui mekanisme musyawarah kota (mukota). Kita berharap kedepan KADIN Lhokseumawe bisa berkiprah lebih baik lagi,” harap T Sulaiman Badai.

Selain itu pria yang sering disapa Ampon Leman ini juga berpesan agar KADIN Kota Lhokseumawe bisa terus menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan dunia usaha di daerah tersebut, apalagi telah diberlakukan KEK Arun di sana. “Ini peluang yang harus diambil oleh pengusaha di daerah,” tegasnya.

Usai terpilih sebagai Ketua KADIN Kota Lhikseumawe defenitif, Mirza Ikhwani kemudian dikukuhkan oleh Ketua Umum KADIN Aceh, H Firmandez dan dilakukan penyerahan bendera pataka.

H Firmandez menegaskan, KEK Arun Lhokseumawe yang sudah dioperasikan merupakan peluang besar untuk pengusaha di Lhokseumawe dan Aceh Utara khususnya, serta para pengusaha Aceh secara umum.

H Firmandez yang juga Koordinator tim pemantau otonomi khusus (Otsus) Aceh di DPR RI ini melanjutkan, beroperasinya KEK Arun harus memberi dampak yang signifikan bagi pertumbuhan dunia usaha di Aceh. Dewan KEK Arun juga diharapkan memberi peluang yang seluas-luansnya untuk keterlibatan pengusaha Aceh.

“Hadirnya KEK Arun ini harus memberi dampak bagi pertumbuhan dunia usaha di Aceh. Pengusaha daerah harus dilibatkan dalam berbagai peluang bisnis. Rebut setiap peluang dan kesempatan agar bisa survive di negeri sendiri,” himbau H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, peluang bagi para pengusaha KADIN dalam KEK Arun sangat besar, karena pada 17 Mei 2017 lalu telah ditandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan KADIN Indonesia di Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman Dewan KEK dengan KADIN Indonesia bertujuan untuk menjalin hubungan kerja sama dan kemitraan yang erat untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK, serta meningkatkan investasi anggota KADIN di kawasan KEK.

Selain itu kata H Firmandez, banyak sektor di KEK yang bisa diisi oleh para pengusaha KADIN di daerah, karena rencana bisnis KEK Lhokseumawe mencakup pengembangan industri sektor energi minyak dan gas, regasifikasi liquefied natural gas (LNG), LNG hub atau trading, hingga pabrik mini LNG (mini LNG plant) dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, pengembangan kluster industri petrokimia yang ramah lingkungan, pengembangan agro industri pendukung ketahanan pangan, pemanfaatan potensi bahan baku pertanian serta pengembangan berbagai jenis usaha agro industri dan turunannya.

Selain itu juga pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar internasional serta industri penghasil kertas kantong semen (kertas kraft).

“Jadi cakupan bisnisnya sangat luas dan multi sektor. Jadi sebagai Ketua Umum KADIN Aceh, saya mengajak pengusaha-pengusaha Aceh khusnya di Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk memanfaatkan ini. Kita harus ambil peluang ini,” pungkas H Firmandez.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Ekonomi

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top