Connect with us

KADIN Harus Mampu Pengaruhi Kebijakan Pemerintah

Ekonomi

KADIN Harus Mampu Pengaruhi Kebijakan Pemerintah

TAPAKTUAN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai mitra pemerintah, diharapkan mampu mempeangruhi kebijakan pemeritah untuk pembangunan dunia usaha di daerah. KADIN juga harus mampu melahirkan program-program strategis untuk mempertahankan eksistensinya.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum KADIN Aceh, H Firmandez, saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) V KADIN Aceh Selatan, Senin, 24 September 2018 di Tapaktuan, Aceh Selatan.

“KADIN juga harus menjadi wadah yang benar yang mampu mewujudkan harapan anggotanya. Muskab merupakan amanah dan kewajiban organisasi, yang harus diselenggarakan sesuai dengan AD/ART, karena Muskab merupakan perangkat tertinggi KADIN kabupaten/kota,” jelas H Firmandez.

Sebagai mitra sejajar pemerintah dalam melaksanakan kegiatan perekonomian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 01 tahun 1987 tentang KADIN. H Firmandez juga berharap KADIN di daerah harus mampu mempengaruhi pemerintah agar pro terhadap dunia usaha, menjalankan regulasi-regulasi yang disususun bersama pemerintah, serta membina anggotanya baik anggota biasa maupun anggota luar biasa.

“Inilah yang selama 15 tahun kepemimpinan saya di KADIN Aceh yang terus kita perjuangan bersama. Sebentar lagi saya juga akan demisioner dari KADIN Aceh, saya berharap suksesi kepengurusan baik di KADIN Aceh Selatan maupun di KADIN Aceh nanti bisa berjalan lancar. Rekan-rekan pengusaha di KADIN daerah bisa melanjutkan kerja-kerja nyata untuk pembangunan ekonomi dan dunia usaha di Aceh,” harap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, selama satu setengah dekade memimpin KADIN Aceh banyak hal yang telah dilakukan, mulai dari menjadi inisiator pembentukan Kawasan Bebas Sabang, Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dan juga Baitul Mal Aceh.

KADIN Aceh juga berhasil mengupayakan pembukaan rute penerbanga Aceh-Penang pada saat IMT-GT di Banda Aceh, untuk kemudahan masyarakat Aceh berobat ke sana. “Alhamdulillah sampai sekarang penerbangan langsung Aceh-Penang masih berjalan. Ini sangat membantu masyarakat Aceh yang ingin berobat ke Penang.”

Selain itu, pasca konflik dan tsunami, KADIN Aceh bersama pemerintah ikut terlibat dalam proses pembangunan Aceh, yaitu sumbangan rumah bagi nelayan korban tsunami di pesisir Aceh. Kemudian menghimpun pengusaha-pengusaha Aceh di luar Aceh untuk kembali pulang membangun Aceh melalui Konggres Sudagar Aceh.

“Dalam konggres tersebut hadir pengusaha-pengusaha Aceh yang berskala nasional dan internasional. Konggres juga dihadiri wakil Presiden Jusuf Kalla. Hasil konggres adanya kemudahan berupa skim-skim khusus bagi pengusaha dan masyarakat Aceh untuk mengambil kredit usaha di perbankan. Padahal saat itu Aceh masuk dalam red area dalam perkreditas pasca konflik dan tsunami,” jelasnya.

Secara regulasi KADIN Aceh juga mampu mempengaruhi berbagai kebijakan pemerintah daerah, sehingga melalui Plt Gubernur Aceh saat itu Azwar Abuabakar mengeluarkan kebijakan agar setiap pekerjaan lelang di Aceh dikhususkan bagi perusahaan Aceh, terutama untuk pekerjaan Rp 1 miliar ke bawah, sehingga pengusaha Aceh terproteksi, sembari mempersiapkan SDM dan kompetensi perusahaan pasca konflik dan tsunami

Selama kepemimpinannya di KADIN Aceh, H Firmandez juga mampu mewujudkan pembangunan Balai Saudagar Aceh sebagai kantor KADIN Aceh sekarang. “Kantor itu kita bangun berlantai enam lengkap dengan lift, genset dan parkir di basement lantai dasar. Banyak suka dukanya membangun kantor ini, mulai dari pembebasan lahan, hingga usaha mencari dana untuk pembangunannya dari NGO dan pemerintah,” ungkapnya.

Bukan itu saja, sebagai tanggung jawab moril terhadap generasi muda Aceh selanjutnya, KADIN Aceh melalui program “Sejuta Saudagar Aceh” telah memberikan motivasi menjadi pengusaha bagi 5.000 pemuda/pemudi Aceh dari kalangan santri dan mahasiswa.

KADIN Aceh bersama pemerintah Aceh juga berhasil mewujudkan pembinaan vokasi bagi sekolah-sekolah kejuruan di Aceh melalui program 3 in 1 yakni pelatihan, sertifikasi, dan penempatan.

Selain itu juga melakukan hubungan dagang dengan manca negara, seperti Turki melalui program Tuzkon, dengan Malaysia melaui JBC-IMTGT, serta dengan beberapa negara Arab, Timut Tengah, Eropa dan Amerika.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Ekonomi

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top