Connect with us

H Firmandez Usulkan Wali Kota Langsa Sebagai Penerima Kalpataru

Aceh

H Firmandez Usulkan Wali Kota Langsa Sebagai Penerima Kalpataru

LANGSA – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, mengusulkan nama Wali Kota Langsa, Usman Abdullah alais Toke Sueum sebagai penerima anugerah Kalpataru.

Usulan tersebut disampaikan langsung H Firmandez kepada Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah di Kalimantan Timur.

“Saya usulkan nama Wali Kota Langsa Usman Abdullah secara lisan ke Kementerian KLHK melalui pak Karliansyah, orang kementerian ternyata tidak tahu tentang hutan mangrove di Langsa, setelah saya tunjukkan videonya, mereka baru tahu. Mereka minta untuk diusulkan secara tertulis. Dalam waktu dekat Wali Kota Langsa juga diminta untuk melakukan presentasi di Kementerian KLHK,” ungkap H Firmandez, Rabu, 1 Agustus 2018.

H Firmandez menjelaskan, alasannya mengusulkan nama Usman Abdullah sebagai penerima anugerah kalpataru karena Wali Kota Langsa tersebut sudah banyak berbuat untuk pelestarian hutan. Ia dinilai sukses melakukan reboisasi hutan mangrove hingga menjadi hutan wisata dan taman edukasi.

“Keberhasilan Wali Kota Usman Abdullah dalam merehabilitasi hutan bakau tersebut harus kita dukung. Pemberian anugerah kalpataru untuknya sangat layak, ini penting untuk memacu semangatnya dalam pelestarian lingkungan,” lanjut H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, pemerintah daerah dan perusahaan di Aceh terutama di Kota Langsa juga harus mendukung apa yang telah dilakukan Usman Abdullah. H Firmandez berharap, perusahaan-perusahaan di sana bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility untuk membantu program pelestarian lingkungan tersebut.

“Usman Abdullah berhasil melakukan penanaman kembali bakau, setelah sebelumnya hutan bakau banyak yang rusak akibat penebangan liar oleh masyarakat untuk kebutuhan produksi arang. Kita berharap pengembangan hutan mangrove di Langsa ini harus terus diperluas, jangan hanya sebatas hutan wisata, tapi menjadi taman pendidikan, tempat dilakukannya penelitian dan pengembangan berbagai jenis ilmu pengetahuan tentang kelautan dan perikanan, khususnya tentang ekositem bakau itu sendiri, makanya butuh dukungan semua pihak, terutama dari Kementerian KLHK,” harap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, keberhasilan Usman Abdullah dalam merehabilitasi hutan bakau telah menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di nusantara. Di saat hutan bakau di berbagai daerah rusak akibat peralihan lahan dan penabangan, Kota Langsa justru berhasil melakukan rehabilitasi menjadi tempat wisata favorit.

Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar kurang lebih 8000 hektar. Hutan Mangrove ini terletak di Desa Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Dari Kota Langsa, hanya berjarak sekitar lima kilometer dan dapat ditempuh dengan roda empat maupun roda dua, lokasinya di lintasan jalan akses masuk menuju pelabuhan Kuala Langsa.

Sepanjang perjalanan dari Kota Langsa menuju wisata alam ini, kita akan disunguhkan dengan pemandangan alam desa nelayan, begitu sampai di kawasan hutan mangrove sajian pemandangan khas pepohonan mangrove membuat siapapun pasti terpukau.

“Saya sudah ke sana bersama Wali Kota Usman Abdullah beberapa waktu lalu, kawasan hutan bakau ini menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah dan eksotis
Di Tawan wisata mangrove ini terdapat 22 spesies bakau tumbuh subur di kawasan itu. Bahkan ada 2 kelas bakau yaitu Magnoliopsida dan Liliopsida,” ungkap H Firmandez.

Bukan hanya itu, kata H Firmandez, Wali Kota Usman Abdullah juga sukses melakukan penyelamatan kawasan Pulau Pusong, Telaga Tujoh, Langsa Barat dari abrasi, dengan penanaman 5.000 batang pohon. Kawasan tersebut telah mengalami abrasi sejak tahun 1980-an, tapi kini berhasil diselamatkan.

“Inilah yang membuat saya tidak pernah ragu untuk mengusulkan nama Wali Kota Usman Abdullah sebagai penerima kalpataru. Sebagai pemimpin ia berhasil menggerakkan gerbong birokrasi dan pemerintahan untuk melestarikan lingkungan,” tegas H Firmandez.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top