Connect with us

Dampak Otsus Bagi Papua jadi Sorotan DPR

otsus papua

Nasional

Dampak Otsus Bagi Papua jadi Sorotan DPR

JAKARTA – Keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua dan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang sudah 15 tahun berjalan, menjadi pembicarana dalam Focus Group Discussion (FGD) di Senayang.

FGD dengan tema “Freeport dan Papua” yang digelar Gedung Nusantara III Lantai II DPR RI tersebut dibuka Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon selaku Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, Rabu sore, 25 Oktober 2017.

Berbagau tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan otonomi khusus Papua menjadi sorotan, terutama terkait kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam setempat dalam implementasi Otsus di negeri cenderawasih tersebut.

Anggota Tim Pemantau Otsus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, H Firmandez yang ikut dalam diskusi itu menjelaskan, FGD tentang Otsus Papua digelar untuk mengidentifikasi tantangan Otsus Papua berdasarkan Undang-undang (UU) No 21 tahun 2001, serta dampak persoalan PT Feeport Indonesia terhadap situasi di Papua.

Politisi Golkar dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini menjelaskan, kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan UU No 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua menjadi isu hangat yang dibicarakan terkait sudah 15 tahun Otus Papua berjalan.

“FGD membicarakan tentang apa saja dampak Otsus di Papua, bagaimana dengan upaya mewujudkan keadilan dan supremasi hukum serta penghormatan terhadap HAM di Papua,” ungkat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

Secara garis besar H Firmandez menilai, sejak dana Otsus dikucurkan ke Papua telah berdampak pada percepatan pemangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan bagi masyarakat Papua. Hal tersebut bisa dilihat dari penurunan angka kemiskinan di Papua, pada tahun 2000 sebesar 46,35 persen, pada Maret 2016 tercatat hanya 28,54 persen.

“Meski demikian masih perlu langkah-langkah kongkrit lainnya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua,” jelasnya.

FGD yang menghadirkan nara sumber dihadirkan pakar ekonomi Dr Rizal Ramli yang membawa makalah “PT Freeport Indonesia dan Dampaknya Bagi Pembangunan di Papua”, Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Number selaku tokoh Papua yang membawa makalah “Papua Tanah Untuk Siapa?”, serta peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang membahas tentang “Otsus Papua dan Ancaman Kelompok Sparatis Papua”.[IN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Nasional

Trending

Teknologi

Tentang Situs Ini

WOINews.com atau What’s on Indonesia adalah portal berita yang lahir pada 28 September 2017, menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, sepakbola, entertainment, gaya hidup, otomotif, sains teknologi hingga jurnalisme warga. Dikemas dengan bahasa ringan, lugas dan tanpa prasangka. Informasi tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

To Top